Tahi
lalat (nevus
pigmentosus) merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum
dijumpai pada manusia. Tumor jinak yang khas ini berwarna gelap, besarnya
menetap, meski ada juga yang terus membesar.
Sebagian
besar tahi lalat ada sejak lahir, tapi bisa juga baru muncul saat dewasa.
Umumnya pemicunya adalah sering kontak dengan sinar matahari, sehingga
berdampak pada meningkatnya pigmen melanin. Dapat pula tahi lalat terjadi
karena faktor genetik, obat-obatan pemutih kulit, makanan cepat saji, atau
bahan-bahan yang mengandung arsen.
Tahi
lalat merupakan indikasi penumpukan pigmen yang sudah tertahan di bawah kulit
sejak janin. Pigmen-pigmen ini memiliki sarang di bawah kulit dan bisa timbul
sewaktu-waktu. Itulah sebabnya tahi lalat bisa bertambah banyak seiring
bertambahnya usia.
Tahi
lalat yang tidak wajar dapat mengindikasikan melanoma. Melanoma adalah jenis
kanker kulit yang paling serius, terjadi pada sel yang menghasilkan pigmen
melanin yang memberikan warna pada kulit. Melanoma dapat juga terjadi di mata
dan organ internal, seperti saluran pencernaan, meskipun jarang terjadi.
Penyebab pasti melanoma tidak jelas, tetapi radiasi sinar ultraviolet (UV)
dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Faktor lainnya adalah genetik yang
mungkin juga memainkan peran.